Pemkab Temanggung Kampanyekan Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

 

BATANGPOS.COM, TEMANGGUNG – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung, terus menggelar kampanye dan menggelar beragam pelatihan, agar masyarakat dapat menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu sumber pendapatan.

“Pengelolaan sampah yang baik, selain menyelesaikan persoalan sampah di Temanggung, upaya ini diharapkan dapat menambah pendapatan, sekaligus membangkitkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” kata Kepala DPRKPLH Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Selain memberikan pelatihan pengolahan sampah, DPRKPLH Temanggung juga menerjunkan relawan-relawan hingga ke tingkat rumah tangga.  Upaya tersebut untuk menggeser ke penanganan sampah yang dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jika semua sampah termanfaatkan, dan hanya tinggal residunya saja, itu akan menjadi daya tarik masyarakat untuk mengolah sampah, misalkan yang organik untuk pupuknya dan anorganik untuk didaur ulang, itu point-point yang terus kita kampanyekan melalui relawan-relawan sampah yang sudah kita terjunkan hingga ke tingkat rumah tangga,” tegasnya.

Hendra menyebutkan, ada beberapa bagian pengelolaan sampah yang menjadi sumber pendapatan masyarakat, seperti sektor usaha pengumpulan, pengangkutan sampah, industri alat dan mesin pengolah sampah, industri daur ulang, industri kompos dan biogas, serta industri sampah menjadi energi alternatif.

“Yang ini menjadi titik poin terpenting yang harus menjadi perhatian kami, karena pengelolaan sampah melibatkan banyak orang dan tentunya dapat menghasilkan rupiah,” imbuhnya.

Ia mengatakan, terdapat 30 persen lebih produksi sampah adalah organik dengan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah Black Soldier Fly (BSF). Sampah tersebut diolah untuk produk turunan magot (larva) sebagai pakan hewan ternak, pupuk cair, dan pupuk padat.

“Sampan anorganik itu bisa didaur ulang untuk bahan berbagai kerajinan tangan, dan pemanfaatan sampah organik itu diolah untuk produk turunan magot sebagai pakan ternak, kemudian juga dijadikan pupuk cair, serta pupuk padat untuk pertanian dan perkebunan,” kata dia. (HS-08)