Pemkot Pekalongan Terima Puluhan Mahasiswa KKN IPB

 

BATANGPOS.COM, PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid berharap Institut Pertanian Bogor (IPB) dapat memberikan masukan dari hasil riset, untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi Pemkot Pekalongan.

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, ketika menerima 49 mahasiswa IPB dari berbagai jurusan, yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah tersebut.

Puluhan mahasiswa itu diserahkan oleh Rektor IPB, Arif Satria kepada Pemerintah Kota Pekalongan, di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Rabu (22/6/2022).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf itu, berharap mahasiswa IPB yang akan KKN selama lebih dari sebulan ini, dapat meningkatkan kepedulian dan kemampuan, dalam mempelajari dan mengatasi permasalahan di masyarakat.

Selain itu juga mengimplementasikan bidang keilmuan yang dipelajari, dalam bentuk langkah nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Kota Pekalongan memiliki cukup banyak potensi, namun  juga permasalahan yang kompleks. Letaknya di kawasan pesisir utara menjadikan Kota Pekalongan pernah mengalami kejayaaan bidang perikanan tangkap dan budi daya. Namun karena bencana rob, kita perlu intervensi secara kolaboratif dan inovatif. Kami membutuhkan dukungan dan masukan dari riset-riset perguruan tinggi, untuk mencari solusi perbaikan kondisi tersebut,” tutur Aaf.

Disampaikan Aaf, selain perikanan, Kota Pekalongan masih memiliki potensi lain yang dapat dikembangkan, seperti halnya pertanian dan peternakan serta batik di Kecamatan Pekalongan Selatan, juga produksi Batik, Canting dan produksi UMKM lainnya di Kecamatan Pekalongan Timur.

Hal ini menarik untuk di eksplorasi lebih lanjut dalam upaya menumbuhkan Sosiotechnopreneurship bagi mahasiswa KKN tematik IPB ini.

Aaf juga mengatakan bahwa potensi yang ada tentu harus dimaksimalkan, namun di sisi lain, Kota Pekalongan juga dihadapkan pada permasalahan yang muncul beriringan dengan potensi tersebut.

Adanya pencemaran sungai atas limbah batik, timbunan sampah produksi ataupun sampah rumah tangga, kondisi arus permodalan batik bagi Industri Kecil Menengah yang tidak selalu lancar, perlu untuk segera dicari solusi perbaikannya bersama-sama.

“Hal ini merupakan tantangan bagi para mahasiswa, guna menjembatani persoalan-persoalan pembangunan di masyarakat, sesuai bidang keilmuannya. Kepada para peserta KKN, saya sampaikan untuk dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kelurahan, kecamatan, BKM, Petugas Penyuluh Lapangan, maupun lembaga sosial masyarakat, swasta serta unsur-unsur terkait yang ada di masyarakat, agar tercipta sinergi yang baik guna mencapai tujuan dari KKN ini,” kata dia.

Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria menjelaskan bahwa, ada 49 mahasiswa IPB dari berbagai jurusan, yang akan mengikuti KKN tematik di Kota Pekalongan.

Mereka akan melaksanakan KKN selama sebulan lebih, terhitung mulai tanggal 20 Juni 2022-30 Juli 2022.

Adapun  KKN tematik kali ini mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat menuju Technososioprenuership Pasca Pandemi Covid-19”.

“Seperti diketahui, bahwa KKN Tematik mempunyai orientasi program kegiatan yang terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah pada suatu wilayah tertentu,” terang Arif.

Arif memaparkan bahwa, puluhan mahasiswa-mahasiswinya ini nantinya akan berbaur dengan masyarakat dan melaksanakan tugas mereka untuk membantu masyarakat setempat di berbagai bidang. Di mana, mereka akan disebar di 7 kelurahan di Kota Pekalongan.

“Lokasi KKN mereka fokusnya di Kecamatan Pekalongan Selatan dan Timur supaya output dari program kerja lebih bisa dirasakan masyarakat.  Adapun 7 Kelurahan yang menjadi lokasi KKN mereka yakni di Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kelurahan Jenggot, Kelurahan Sokoduwet, Kelurahan Noyonataan Sari, Kelurahan Kauman, dan Kelurahan Setono,” kata dia (HS-08).