Pendistribusian Ribuan Paket Daging Kurban di MAJT Berjalan Tertib

BATANGPOS.COM, SEMARANG – Pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban sapi dan kambing atau domba yang dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berjalan lancar dan tertib. Dari pantauan, Senin (11/7), sejumlah panitia sejak pagi mulai terlihat sibuk menyiapkan semuanya agar bisa rampung sesuai harapan.

Misalnya, tim panitia dibagi menjadi beberapa kelompok, seperti tukang jagal sapi dan kambing. Dan kelompok khusus yang mengkuliti, pencacah daging, ada yang memproses jeroan sapi dan kambing agar sebelum dikemas dan dibagikan sudah dalam kondisi digodok atau direbus setengah matang. Agar jeroan tersebut saat dimasukan ke dalam kemasan baik besek dan kantong plastik dengan daging tidak cepat bau.

“Mulai tahun ini kita lakukan penanganan jeroan sapi dan kambing digodok atau direbus terlebih dulu setengah matang. Agar jeroan awet dan tidak cepat bau kalau dicampur di kemasan bersamaan dengan daging,” kata Ketua Panitia Idul Adha 1443 H MAJT, Nur Khoirin, saat ditemui disela-sela pemotongan hewan kurban, Senin (11/7/2022).

Dikatakan, sementara untuk pembuangan limbah sisa proses penyembelihan kurban, seperti darah, dan jeroan yang tidak terpakai akan dimasukkan ke kubangan khusus.

“Dan dibersihkan dengan disemprot dengan air. Setelah selesai, akan disedot truk tangki untuk dibuang ke pembungan akhir,” imbuhnya.

Adapun total hewan kurban di MAJT yang disembelih ada 11 ekor sapi dan 24 kambing atau domba.

“Semuanya disembelih hari Senin ini. Ada satu hewan kurban kambing yang pada Sabtu (9/7) telah disembelih sebelum pelaksanaan penyembelihan di MAJT, karena kondisinya lemas. Dari pemeriksaan dokter hewan, bukan disebabkan gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski tidak terpapar PMK, hewan kurban ini disarankan dari petugas Dinas Pertanian dan Peternakan untuk segera dipotong. Jadi akhirnya kita berikan ke sebuah pesantren di Ungaran, lalu disana langsung dipotong,” katanya.

Secara keseluruhan, lanjut dia, hewan kurban dalam kondisi sehat saat disembelih. Sebelum dipotong, ada petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan yang memeriksa kesehatan hewan kurban.

“Karena hewan kurban mulai datang diserahkan beberapa hari sebelum hari H pemotongan yakni Kamis (7/7), dan Jumat (8/7). Dan Sabtu (9/7) ada beberapa yang kita beli sendiri. Dan semuanya sehat. Pada Jumat dan Sabtu lalu sudah diperiksa dari Dinas Pertanian, termasuk tadi pagi pun juga diperiksa petugas. Memastikan kondisi hewan sehat,” paparnya.

“Alhamdulillah, semuanya sehat. Dan sebelum pukul 11.00 WIB semua kurban sudah dipotong berjalan lancar. Sekitar pukul 12. 00 WIB, mulai proses mengkuliti dan pencacahan daging dan tinggal proses pengemasan daging,” tambahnya.

Diharapkan, pada pukul 14.00 WIB, daging sudah siap didistribusikan.

“Kalau distribusi daging kurban secara khusus sudah mulai dilakukan, lalu akan menyusul untuk masyarakat umum juga akan dilaksanakan. Ada juga yang mengajukan dari luar seperti yayasan yatim, anshor, pondok pesantren,” katanya.

Sedangkan sistem pendistribusian daging kurban dilakukan dengan melalui perwakilan.

“Sebelumnya yang memperoleh daging kurban dihubungi panitia. Jadi tidak ada antrean di masjid, sekaligus menghindari kerumunan warga, maupun terjadi berdesak- desakan,” katanya.

Panitia menyiapkan hampir 2.500 paket daging kurban untuk dibagikan.

“Dibuat dua kemasan, ada menggunakan besek dan kantong plastik. Yang besek untuk para pengurus, dan mudhohi, yang berkurban, sedangkan yang kantong plastik untuk mayarakat. Yang datang tokoh-tokoh yang diundang hari ini, pulangnya sekalian membawa daging. Sementara, yang lainnya, yang datang perwakilan saja untuk mengambil ke sini. Setiap RT/RW sudah kami sediakan sesuai jumlahnya di sini. Nanti perwakilan tinggal mengambilnya,” pungkasnya. (HS-06)