Petani Desa Tubanan Panen Ratusan Ton Semangka, Bupati Jepara Berharap BUMN Bantu Pengairan

 

BATANGPOS.COM, JEPARA – Petani di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, berhasil memanen 564 ton semangka, dari lahan seluas 23,5 hektare, dalam program agroforesty. Program ini merupakan kerja sama LMDH Tunas Agung Desa Tubanan dan Perum Perhutani KPH Pati.

Dengan produksi mencapai 24 ton per hektare, semangka ini dipasarkan di berbagai kota di luar Jepara.

“Saya sangat senang dengan adanya program agroforesty LMDH dan Perhutani. Di mana setiap dua bulan mereka mampu memanen buah semangka,” kata Bupati Jepara Dian Kristiandi, ketika hadir dalam panen raya bersama para petani di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, baru-baru ini.

Menurut Andi, ini merupakan langkah luar biasa untuk pengembangan lahan di Desa Tubanan yang bernilai ekonomi. Sehingga patut untuk diberikan perhatian. Dengan panen ini menunjukkan jika petani telah bekerja keras untuk lebih mandiri dan sejahtera.

“Masyarakat yang biasanya mencari rumput dan kayu bakar, dengan fasilitas perhutani mereka mampu memberdayakan kelompok untuk memperbaiki ekonominya,” kata Andi, seperti dirilis Jepara.go.id.

Bupati berharap hasil panen ini bisa terus ditingkatkan. Jika biasanya hanya dua kali tanam dalam setahun, bisa menjadi empat kali tanam. Sehingga hasilnya lebih banyak lagi.

“Kita akan dorong BUMN untuk membantu menyediakan genset untuk membantu pengairan lahan pertanian ini,” katanya.

Ketua LMDH Tunas Agung Desa Tubanan Mintarno mengatakan, dari luas lahan 23,5 hektar yang dipanen mampu menghasilkan 24 ton per hektare dengan hasil Rp 35 juta rupiah. Ada 153 petani yang mengelola lahan agroforesty dengan masing-masing petani mendapat bagian 0,25 hektare lahan.

“Untuk biaya operasional seperti pupuk dan benih menghabiskan Rp25 juta. Masih ada keuntungan bersih untuk petani Rp10 juta rupiah,” kata dia.

Kepala KPH Pati Arif Fitri Saputra mengatakan, masih banyak lahan perhutani yang bisa dikerjasamakan dengan maayarakat atau petani melalui agroforesty. Untuk komoditasnya tidak harus buah asmangka tapi jenisnya bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. (HS-08)