Petugas Ronda Berhasil Amankan Pelaku Pencurian dengan Kekerasan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Tiga orang pelaku pencurian dengan pemberatan berhasil ditangkap petugas ronda di Dusun Dasri, Desa Donosari Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Selasa malam (12/7/2022).

Beruntung petugas dari Polsek Patebon yang sedang berpatroli tiba di lokasi, sehingga dapat mengamankan para pelaku yang nyaris jadi amukan massa.

Kejadiannya ada segerombolan pemuda menggunakan sepeda motor sambil membunyikan suara knalpot dengan suara bising.

Hal tersebut membuat para petugas ronda mendatangi gerombolan pemuda tersebut. Selang berapa lama kemudian ada suara anak kecil menangis minta tolong.

Rupanya anak tersebut menangis, karena diancam akan dibunuh oleh para pemuda, supaya tidak melaporkan kepada warga, setelah melakukan aksi pencurian kendaraan.

Saat mendengar teriakan anak kecil tersebut, para petugas ronda pun langsung membunyikan kentongan sambil berteriak memanggil warga.

Warga yang mendengar suara kentongan dan teriakan para petugas ronda kemudian keluar dari rumah dan berdatangan ke tempat para peronda.

Saking banyaknya warga yang keluar, membuat para pelaku pencurian panik dan tidak dapat melarikan diri. Akibatnya warga dengan mudah menangkap para pelaku.

Warga yang merasa geram, kemudian berusaha menghakimi para pelaku. Teriakan provokasi untuk menghajar para pelaku pun diteriakkan warga. Bahkan ada yang berteriak supaya pelaku dibakar.

Namun oleh tokoh masyarakat desa dan petugas ronda, para pelaku dibawa ke Pos Kamling setempat. Kemudian petugas ronda menghubungi pihak Polsek Patebon, dan melaporkan penangkapan gerombolan pencuri.

Tak selang berapa lama, mobil patroli dari Polsek Patebon datang di tempat kejadian untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan, terkait pencurian yang dilakukan di Desa Donosari Kecamatan Patebon.

Dibantu petugas ronda, pencuri yang ternyata warga setempat pun terhindar dari amukan warga yang sudah terlihat anarkis.

Diketahui, para pemuda tersebut selama ini meresahkan warga. Mereka secara ugal-ugalan mengendarai kendaraan dengan suara knalpot yang bising.

Kejadian tersebut merupakan simulasi penanganan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di salah satu desa.

Wadir Binmas Polda Jawa Tengah, AKBP Siti Rondhijah mengatakan, kegiatan simulasi dalam rangka Penilaian Lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat Polda Jateng.

Menurutnya, setelah melihat simulasi tersebut, materi yang diperagakan termasuk katagori berat.

“Penilaian lomba ada tiga aspek. Yang pertama masalah markas komando siskamling atau pos kamling. Apakah permanen atau tidak,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut AKBP Siti Rondhijah, sarana prasarana terkait keamanan dan ketika terjadi sesuatu, baik kebakaran maupun kejahatan lain.

“Yang ketiga, standar operasional prosedur (SOP) penanganan masalah terkait kejahatan dan bencana alam,” imbuhnya.

Kepala Desa Donosari, Widodo mengatakan, di desanya kegiatan jaga desa atau ronda siskamling sudah rutin dilaksanakan. Namun dirinya mengakui, untuk sarana prasarana belum semuanya lengkap.

Ke depan pihak Pemerintah Desa Donosari Kecamatan Patebon akan memperbaiki sarana yang masih kurang di dalam pos ronda atau pos kamling.

“Kami berharap, simulasi ini bisa membangkitkan semangat para warga, untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di dusun dan desanya,” ungkap Widodo. (HS-06).