Pj Bupati Jepara Berharap Unisnu Ikut Beri Informasi Masalah Stunting pada Masyarakat

 

BATANGPOS.COM, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara berharap civitas academika Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, dapat membantu penanganan masalah stunting di Jepara.

Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta, dalam pertemuan dengan Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara, di Ruang Vidcon, Kamis (9/6/2022).

“Saya berharap kerja sama yang telah terjalin tidak hanya sebatas seremoni tetapi juga diwujudkan dalam kegiatan nyata,” ungkap Pj Bupati Jepara, seperti dirilis Jepara.go.id.

Dalam pertemuan itu, Edy Supriyanta menggarisbawahi masalah kekurangan gizi pada anak atau stunting.

Dia berharap, Unisnu sebagai perguruan tinggi, dapat memberikan informasi secara akademik pada masyarakat, perihal pernikahan anak, vaksinasi, dan UMKM, kepada masyarakat di 184 desa di Kabupaten Jepara.

“Sudah terjalin sinergi yang luar biasa. Dari OPD pun telah menjalin kerja sama, baik di tingkat rektorat maupun fakultas, misalnya di sektor UMKM,” imbuh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara, Dwi Riyanto.

Rektor Unisnu, Sa’dullah Assa’idi mengatakan bahwa Unisnu telah merancang kerangka program, terkait pendidikan inklusi yang di dalamnya terkait pula dengan pencegahan stunting, pernikahan dini, dan lain-lain.

“Anak-anak merupakan tanggung jawab kita. Tentu yang ada kaitannya dengan kesehatan dan kesejahteraan perlu diperhatikan baik di level konseptual dan operasional,” kata Assa’idi.

Tak hanya itu, dalam agenda pertemuan ini disampaikan pula usulan pengembangan Unisnu. Di antaranya mengenai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan lain yang perlu disepakati antara kedua belah pihak yakni penyusunan naskah akademik sebagai kelengkapan administrasi penyusunan rancangan peraturan daerah, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Unisnu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara, serta pengembangan fisik kampus Unisnu yang mengalami kekurangan ruang kelas. (HS-08)