Plh Bupati Kendal Geram, Perekrutan Tenaga Pendamping Dana Dusun Tak Dilaporkan dan Meresahkan Masyarakat

BATANGPOS.COM, KENDAL – Adanya kejanggalan dalam proses perekrutan Tenaga Pendamping Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Dusun oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal, membuat Plh Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, merasa geram.

Ditemui di rumah dinasnya usai menunaikan Salat Idul Adha 2022 di Masjid Agung Kendal, Plh Bupati yang akrab disapa Pakde Bas tersebut mengaku dirinya baru mengetahui dan tidak diberitahu terkait adanya perekrutan tersebut.

“Saat ini kan saya adalah pelaksana harian Bupati Kendal. Karena Bapak Bupati sedang menunaikkan ibadah haji. Seharusnya saya diberitahu, tentang adanya kegiatan perekrutan ini. Itu kan kegiatan pemerintahan kenapa tidak lapor kepada saya,” ungkapnya dengan nada tinggi, Minggu (10/7/2022).

Untuk itu, Pakde Bas menegaskan, dalam hal perekrutan harus ada mekanisme yang mengatur. Apalagi ini menyangkut dana dusun yang notabene anggarannya dari pemerintah, yang dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kendal.

Karena menurutnya, mempekerjakan tenaga pendamping itu harus ada anggaran untuk upah atau honor setiap bulannya. Padahal tidak dianggarkan di tahun ini.

“Ada beberapa yang mau saya tanyakan. Ada pihak ketiga itu atas nama lembaga atau perseorangan, perlu diperjelas. Kemudian para tenaga pendamping itu nantinya siapa yang akan membayar. Karena di tahun ini tidak ada anggaran untuk itu,” tandasnya.

Menindaklanjuti adanya masyarakat yang resah, dirinya segera akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan hal ini, untuk melakukan klarifikasi dan menjelaskan mekanisme perekrutan pendamping BKK Dana Dusun.

“Insya-Allah besok Senin (11/7/2022) saya mengundang OPD bersangkutan, untuk melakukan klarifikasi. Selain itu jika ada hal-hal yang tidak sesuai akan kita tindaklanjuti. Yang jelas sampai hari ini saya selaku Plh Bupati tidak mengetahui adanya rekruitmen ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan peserta tes Tenaga Pendamping BKK Dana Dusun yang tidak lulus, mengadukan nasibnya kepada Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, Wakil Ketua DPRD Ainurrochim dan Kepala Dispermasdes Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni, Sabtu (9/7/2022).

Salah seorang yang menjadi juru bicara peserta yang tidak lulus, Hadi Pratomo, warga Desa Gondang Kecamatan Cepiring menyampaikan, ia bersama rekan-rekan yang senasib, mengadukan dugaan kejanggalan dalam perekrutan tersebut.

“Singkatnya waktu pendaftaran, yakni Jumat – Senin (10-13/6/2022) dan tidak transparannya pengumuman hasil tes yang disampaikan kepada publik, terkait kompetensi calon pendamping BKK Dana Dusun, serta kejanggalan-kejanggalan lain,” ungkapnya. (HS-06).