Pokdakan di Kendal Terima Bantuan Indukan Lele Mutiara dari DKP Jateng, Ini Keunggulannya…

BATANGPOS.COM, KENDAL – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan delapan paket indukan ikan Lele Mutiara kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sido Rukun Desa Margosari Kecamatan Limbangan, Selasa (7/6/2022).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, delapan paket yang disalurkan berisi 40 indukan jantan dan 80 betina, yang masing-masing paket berisi 15 indukan, terdiri dari 10 betina dan 5 jantan.

Dijelaskan, ikan Lele Mutiara merupakan varietas unggul terbaru yang dihasilkan dari seleksi persilangan empat jenis lele afrika yang ada di Indonesia.

“Empat jenis lele indukan itu meliputi lele mesir, lele phyton, lele sangkuriang, dan lele dumbo. Keempat jenis lele tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan;” jelas Hudi.

Sementara Penyuluh Perikanan Kecamatan Limbangan, Azhari menjelaskan, keunggulan Lele Mutiara meliputi laju pertumbuhannya sangat tinggi dan durasi pemeliharaan singkat.

“Masa pembesaran benih tebar berukuran 5-7 atau 7-9 sentimeter, dengan padat tebar 100 ekor per meter persegi, berkisar 40—50 hari. Pada padat tebar 200—300 ekor per meter persegi, lama pembesarannya 60—80 hari,” paparnya.

Ditambahkan, untuk keseragaman ukuran tinggi, pada tahap produksi benih, diperoleh 80—90 persen benih siap jual dan pemanenan pertama pada tahap pembesaran tanpa sortir diperoleh lele ukuran konsumsi sebanyak 70—80 persen.

Sedangkan rasio konversi pakan (Feed Convertion Ratio/FCR) relatif rendah, yakni 0,6—0,8 pada pendederan dan 0,8—1,0 pada masa pembesaran.

“Daya tahan Lele Mutiara terhadap penyakit relatif tinggi. Sintasan (survival rate/SR) pendederan benih berkisar 60—70 persen pada infeksi bakteri Aeromonas hydrophila (tanpa pemberian antibiotika),” imbuh Azhari.

Selain itu lanjutnya, Lele Mutiara tingkat toleransi lingkungan relatif tinggi. Lele mutiara dapat hidup pada suhu 15—35 derajat celcius, pH 5—10, kadar amonia kurang dari 3 mg/L, dan kadar nitrit kurang dari 0—10 persen.

Produktivitas relatif tinggi. Produktivitas pada tahap pembesaran 20—70 persen lebh tinggi daripada benih-benih strain lain.

“Selain proporsi daging relatif tinggi, Lele Mutiara porsi keuntungan usaha pada tahap pembesaran lebih tinggi daripada benih-benih strain lain,” ujar Azhari.

Ketua Podakan Sido Rukun Prasektiyono, mengucapkan terima kasih atas bantuan indukan Lele Mutiara yang disalurkan oleh DKP Provinsi Jawa Tengah melalui DKP Kabupaten Kendal.

Dikatakan, Podakan ini berdiri atas inisiatif warga, dengan membuat kolam lele non permanen yang berada di atas tanah kas desa yang terletak di Dusun Jetis Desa Margosari.

“Lokasi yang termasuk dalam aset desa ini dimanfaatkan oleh warga sekitar, selain dari pembudidaya ikan tempat ini juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk peternakan kambing dan sapi,” ujar Prasektiyono. (HS-06)