Polres Blora Prioritaskan Perbatasan Cepu-Jatim

 

BATANGPOS.COM, BLORA – Polres Blora menjadikan perbatasan Cepu dengan Kabupaten Bojonegoro, menjadi prioritas karena arus lalu lintas yang ramai dan menjadi pintu masuk utama dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kasi Humas Polres Blora, AKP Budi Yuwono mewakili Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah SH MH, terkait arus balik Lebaran 2022.

Dia mengatakan, hingga Kamis (5/5/2022), arus lalu lintas di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, yakni di wilayah Pos Pengamanan Ketapang Cepu OKC 2022 Polres Blora terpantu ramai tetapi lancar.

Arus balik Lebaran dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur, atau sebaliknya juga belum ada kenaikan yang signifikan. Adapun keramaian di jalur tersebut, menurut dia didominasi oleh aktivitas warga lokal.

Kasi Humas AKP Budi Yuwono, mengungkapkan petugas gabungan di pos pengamanan masing masing, juga senantiasa memberikan pelayanan kepada  masyarakat, terutama para pemudik yang melintas.

“Petugas selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Alhamdulillah di wilayah Kabupaten Blora, secara umum situasi relatif aman dan kondusif,” kata Budi Yuwono, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Petugas gabungan di Pos Pengamanan Ketapang Cepu, secara rutin juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, guna mengantisipasi terjadinya kemacetan dan gangguan kamtibmas lainnya.

“Di wilayah perbatasan, petugas secara berkala melakukan pengaturan dan penyeberangan serta penyampaian imbauan kamtibmas kepada warga,” kata dia.

Selain dari Polri, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, juga menyiapkan satu regu tim medis, yang setiap saat siap melayani warga yang melintas.

Anggota Pos Pam Ketapang Cepu mengimbau kepada pemudik setiap 3 jam mengendarai kendaraan alangkah baiknya istirahat dahulu guna memulihkan stamina dan konsentrasi.

Ivan Kurniawan, (25) pemudik yang akan menuju Surabaya menggunakan sepeda motor, mengungkapkan rasa terima kasih kepada petugas, karena selama perjalanan situasi jalan lancar tidak terjadi kemacetan. Kemacetan akibat pasar tumpah, juga cepat diurai oleh petugas.

“Banyaknya kendaraan di jalan karena hampir dua tahun dilarang mudik tetapi dengan sistem pengaturan di jalan yang di lakukan oleh petugas sehingga selama dalam perjalanan tidak terjadi kemacetan yang berarti.” kata Ivan pemudik asal Kabupaten Grobogan ini. (HS-08)