Pria di Brangsong Nekat Tusuk Mantan Istri dan Bayinya

BATANGPOS.COM, KENDAL – Aksi nekat dilakukan oleh DH (30) warga Perumahan Brangsong, yang menganiaya mantan istri dan anaknya dengan menusukan pisau berkali-kali kearah korban pada Senin (23/5/2022) lalu.

Diduga, pelaku nekat melukai RS (27) mantan istri dan anak yang masih berusia dua minggu warga Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal lantaran tidak terima dicerai pada bulan Oktober 2021 lalu.

Korban RS mengaku kejadian miris yang dialaminya pada Senin (23/5/2022) lalu berlangsung begitu cepat.

Dikatakan, pelaku DH nekat ingin membunuh dirinya dan anaknya dari suami yang sekarang lantaran tidak terima dicerai dan tidak suka dirinya menikah lagi.

“Kejadiannya Senin kemarin. Dia (DH) ingin membunuh saya dan anak bayi saya dari suami yang sekarang. Dia tidak suka kalau saya nikah lagi padahal saya sudah cerai Oktober 2021 tahun lalu jadi dia tidak terima kalau dicerai,” ujar korban RS, saat ditemui di rumahnya pada Sabtu (28/5/2022)

Korban menceritakan pelaku pada saat kejadian mendatangi rumah korban pada Senin (23/5/2022) pukul 17.00 WIB yang kondisinya sepi.

“Awalnya dia (DH) datang dengan baik-baik dan menjelaskan perasaannya kalau masih suka dan ingin rujuk kembali dengan saya. Tapi saya tolak baik-baik. Alasannya, karena saya sudah menikah lagi dan telah memilki anak,” ungkap RS.

Selanjutnya DH pulang naik motor dan ternyata balik lagi ke rumah korban melalui pintu belakang menuju kamar korban.

“Habis saya tolak, dia pulang ambil helm terus naik motor. Tiba-tiba dia balik lagi ke rumah lewat pintu belakang terus masuk kamar saya. Saya kaget,” ucap RS yang pernah bekerja menjadi TKW di Taiwan tersebut.

DH lantas mendekati kedua korban sambil mengeluarkan pisau dari balik belakang celananya. Dan langsung menusuk bayi korban sebanyak dua kali mengenai kepalanya.

“Dia (DH) dekati saya dan anak saya terus dia ambil pisau yang dibawanya dan menusuk kepala anak saya dua kali,” ucapnya.

RS berusaha menangkis tangan DH yang mantan suaminya itu agar tidak menusuk kepala bayinya lagi. Namun justru RS jadi sasaran aksi nekat DH.

“Tiga tusukan pisau mengenai kepala saya bagian atas. Lantas sembari menggendong bayi, saya keluar rumah dan berteriak minta tolong,” ungkap RS.

Rupanya, teriakan korban itu membuat DH menjadi panik dan langsung kabur melarikan diri.

Beruntung oleh pihak keluarga, korban dan sang bayi langsung bisa diselamatkan dan dibawa menuju ke RSUD Soewondo Kendal untuk mendapatkan perawatan tim medis.

Atas kejadian itu, pihak keluarga juga langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Kendal.
“Saya dan anak saya dibawa ke rumah sakit Suwondo. Pihak keluarga yang melaporkan kejadian itu,” terangnya.

RS menambahkan jika mantan suaminya tersebut memiliki sikap pendendam dan temperamen.

“Dia itu orangnya emosian, temperamen tinggi dan pendendam,” imbuhnya.

RS berharap agar pihak kepolisian segera menangkap DH mantan suaminya tersebut dan menghukum dengan seberat-beratnya.

“Saya berharap polisi bisa menangkap DH dan harus dihukum seberat-beratnya. Kalau tidak segera ditangkap. Saya takut dia masih balik lagi ke sini,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Daniel A Tambunan membenarkan adanya informasi mengenai tindak pidana hukum penganiayaan yang mengakibatkan dua korban terluka yakni mantan istri dan anaknya.

“Iya memang benar ada tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan dua orang terluka yakni ibu dan anaknya. Korban adalah mantan istri pelaku. Kemudian pihak korban melaporkan kejadian ini pada tanggal 23 Mei 2022,” jelasnya melalui sambungan handphone, Sabtu (28/5/2022)

Untuk mengusut kasus tersebut, kini pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan dengan memintai keterangan saksi-saksi termasuk korban.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pisau yang tertinggal di rumah korban usai digunakan pelaku untuk melukai kedua korban.

“Jadi dari laporan tersebut, kami tindak lanjuti dengan memintai keterangan saksi-saksi termasuk korban. Barang bukti berupa pisau yang tertinggal di rumah korban juga sudah kami amankan,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus peristiwa sadis tersebut saat ini masih dalam penyidikan pihak Sat Reskrim Polres Kendal guna penanganan lebih lanjut. (HS-06).