Ratusan Guru TK di Kendal Mengikuti Workshop Implementasi dan Strategi Kurikulum Merdeka

BATANGPOS.COM, KENDAL – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kendal menggelar Workshop Implementasi dan Strategi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, dengan tema, “Merdeka mengajar bagi pendidik dan merdeka belajar bagi anak didik” di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Senin (20/6/2022).

Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter positif dan melesatkan perkembangan kemampuan anak didik, yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 20 – 22 Juni 2022, dibuka oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dan diikuti sekitar 900 tenaga pendidik TK dan Paud.

Ketua IGTKI Kabupaten Kendal, Darwati mengatakan, workshop diselenggarakan guna menjembatani para tenaga pendidik untuk mengikuti perkembangan pendidikan dengan kurikulum merdeka belajar

“Kami menyelenggarakan workshop ini agar teman-teman bisa mengimplementasikan apa yang dimaksud dengan kurikulum merdeka belajar tersebut. Sehingga ke depan bisa menerapkannya. Pesertanya ini kita batasi 300 orang perhari,” katanya.

Workshop diisi oleh pemateri yang merupakan penulis buku dan pelatih nasional Guru Paud, Esterina Lasepta. Dalam pemaparannya, Esterina mengungkapkan kurikulum merdeka belajar merdeka mengajar merupakan program dari pemerintah pusat.

Karena menurutnya, ini bisa memberikan kesempatan yang luas kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dan karakter positif kepada anak didik.

“Hari ini pembelajarannya tetang jati diri, nilai agama dan moral, literasi dan steam. Dengan merdeka belajar sekarang kita bisa menggunakan media apapun. Jadi tidak ada lagi alasan guru tidak bisa mengajar dan mendidik dengan benar,” ujar Esterina.

Dirinya juga menambahkan, ada tujuh elemen media belajar yang bisa dipergunakan oleh para guru, mulai dari bahan alam hingga barang bekas. Salah satunya Loose Part.

“Media belajar namanya loose part, artinya, apa yang ada di depan mata bisa dijadikan media. Misalnya pulang sekolah ketemu kerikil bisa dijadikan media. Dan itu bisa memperluas kemampuan anak berfikir kritis dan itu berhubungan dengan kemampuan otaknya,” terang Esterina.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menegaskan pendidikan di Kabupaten Kendal menjadi prioritasnya. Dikatakan, pada usia dini menentukan tumbuh kembang anak, maka ini sangatlah penting bagi pertumbuhan otak anak.

Bupati Kendal juga meminta kepada IGTKI untuk bisa mensosialisasikan kepada masyarakat Kendal, bahwa pendidikan dini sangat penting sekali dalam melahirkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Kendal.

“Di setiap kegiatan pendidikan, saya siap untuk memberikan semangat. Karena di era kepemimpinan saya, pendidikan adalah prioritas utama, mengingat pendidikan sangatlah penting sebagai ujung tombak mencetak dan meningkatkan sumber daya manusia,” ungkapnya.(HS)