Rembang Terima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Rp 29 Miliar

 

BATANGPOS.COM, REMBANG – Kabupaten Rembang untuk tahun ini memperoleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), lebih dari Rp 29 miliar. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum, dan kesehatan.

Hal itu diungkapkan Kabag Hukum Setda Rembang, Dedhy Nugraha, dalam sosialisasi ketentuan di bidang cukai produk hukum daerah, kepada masyarakat di gedung serbaguna Kecamatan Sulang, Kamis (23/6/2022).

Kegiatan yang digelar Bagian Hukum Setda Rembang ini, dihadiri perwakilan dari seluruh pemerintah desa, termasuk perwakilan kelompok tani tembakau di Kecamatan Sulang.

Dedhy Nugraha mengatakan DBHCHT ini, digunakan untuk beberapa hal, yaitu peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Alokasi DBHCHT tahun 2022 untuk kabupaten Rembang, sebesar Rp 29 miliar lebih. Persentase penggunannya yaitu untuk bidang kesejahteraan masyarakat 50 persen, bidang penegakan hukum 10 persen, dan bidang kesehatan 40 persen.

“Sosialisasi ini adalah bagian dari bidang penegakan hukum. Sehingga diterangkan oleh narasumber tentang bagaimana penegakan hukum,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Dedhy menuturkan pentingnya sosialisasi dan pemahaman tentang cukai kepada masyarakat ini, juga didasari dari data bahwa tahun 2020, ada kerugian negara dari rokok ilegal sebesar Rp 5 trilliun. Mulai rokok dengan cukai palsu, cukai bekas, dan bungkus rokok tanpa cukai sama sekali.

“Forum ini bertujuan agar masyarakat sebagai subyek hukum dapat memahami dan menimbulkan sikap kepatuhan terhadap larangan cukai rokok ilegal,” kata dia.

Dalam sosialisasi ketentuan bidang cukai kali ini, hadir narasumber dari kantor Bea Cukai Kudus, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan dan Bagian Perekonomian Setda Rembang.

Masing-masing menyampaikan materi tentang penggunaan DBHCHT sesuai bidangnya. (HS-08)