Ribuan Orang Ikuti Puncak Tradisi Syawalan di Kaliwungu

BATANGPOS.COM, KENDAL – Ribuan orang mengikuti puncak acara Tradisi Syawalan yang berlangsung di Kaliwungu Kabupaten Kendal pada Minggu malam (8/5/2022). Mereka datang dari beberapa daerah di Kendal dan daerah sekitarnya.

Polisi pun harus menerapkan beberapa skenario lalu lintas yang sebelumnya telah disiapkan untuk menghindari kemacetan, khususnya di jalur Pantura Kaliwugu. Yakni sistem buka tutup dan one way atau jalur ditutup total.

Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Winarno Panji Kusumo mengatakan, ketiga skenario dalam mengatur arus lalu lintas tersebut diberlakukan karena pengunjung puncak tradisi syawalan membludak.

“Ketiga pilihan tersebut diterapkan sesuai dengan kondisi keramaian pada malam puncak atau acara midodareni tradisi syawalan sepekan usai perayaan hari raya Idul Fitri 1443 H,” terangnya.

Menurut Winarno, manakala antrean kendaraan sudah mengular, maka diberlakukan penutupan total jalan menuju Kaliwungu.

Dijelaskan, saat penutupan totoal hanya pengendara sepeda motor yang diperbolehkan melintasi jalan Kaliwungu. Sementara kendaraan roda empat lebih, terpaksa dialihkan ke jalur lingkar Kaliwungu .

“Ya kalau antrean sudah mengular, pengalihan arus ini dilakukan dari pertigaan pos Lantas pantes hingga Sumberejo mendekati lampu lalu lintas diperbatasan Mangkang Kota Semarang,” jelas Winarno.

Ditambahkan, sejumlah titik keramaian saat perayaan syawalan di Kaliwungu yakni mulai dari lampu lalu lintas Sekopek, perlintasan rel kereta api jalan Pandean dan pusat kota atau pasar sore Kaliwungu.

“Para pengguna jalan arah Semarang dan Jakarta kami imbau menghindari pusat kerumunan warga tersebut dan langsung melintasi jalur alteri Kaliwungu,” ungkap Winarno.

Sementara itu terkait keamanan di keramaian syawalan, dirinya mengimbau agar warga selalu berhati-hati dengan barang bawaannya, seperti dompet, tas, handphone dan barang berharga lainnya.

‘’Karena pengunjung keramaian syawalan membludak, jadi dikhawatirkan ada tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Jadi kami imbau untuk waspada,’’ pungkas Kompol Winarno. (HS-06).