Rob Masuk Kelas, Para Murid SD Bandengan Kendal Tetap Belajar Dengan Kaki Terendam

BATANGPOS.COM, KENDAL – Dampak dari banjir rob di wilayah pesisir pantai utara Jawa menyisakan banyak masalah di beberapa daerah. Selain merusak tambak petani, banjir rob juga merusak infrastruktur jalan, kemacetan lalu lintas, terganggunya aktivitas pelabuhan, dan juga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Salah satu dampak terlihat di Kabupaten Kendal. Banjir rob yang sudah sepekan menggenangi perkampungan di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di SDN Bandengan 3 Kendal menjadi terganggu.

Yang memperihatinkan, para murid terpaksa harus belajar dengan kaki terendam air rob dan juga lumpur. Akibatnya mereka mengeluh merasakan gatal-gatal di bagian kaki.

Terpantau, beberapa siswa menggunakan sandal jepit saat mengikuti pelajaran, meski banjir rob sedikit menyusut.

Salah satu siswa kelas tiga di SDN Bandengan 3, Jeni Nafizatul Aliyah mengaku, tidak nyaman dalam mengikuti pembelajaran akibat genangan rob.

Ia mengaku sudah seminggu harus berangkat sekolah dengan melewati genangan air rob. “Selain becek, kaki saya dan teman-teman terasa gatal. Pokoke gak nyaman lah,” ungkapnya, Rabu (25/5/2022).

Jeni berharap, banjir rob segera surut dan bahkan habis. Sehingga dirinya dan murid-murid yang lain bisa lebih fokus dalam mengikuti pelajaran.

Kepala SDN Bandengan 3 Kendal, Siti Mardiyah mengatakan, agar anak tidak libur, maka pihaknya menjadwalkan dua shift.

“Kelas satu sampai kelas tiga masuk jam tujuh pulang jam sembilan. Sedangkan kelas empat sampai kelas enam masuk jam sembilan dan pulang jam sebelas,” terangnya.

Menurutnya, air masuk ke dalam sekolah biasanya pukul 12.00 WIB. Sehingga para murid dipulangkan sebelum pukul tersebut.

Dirinya berharap, pemerintah daerah dapat mengatasi rob yang masuk ke kelas. Sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu.

“Kami memutuskan untuk membuat dua shift. Supaya anak-anak bisa pulang sebelum banjir rob datang dan menggenangi sekolah juga kelas,” ungkap Siti Mardiyah. (HS)