Ruang Aksara Kendal Semakin Eksis dan Produktif Berkarya

BATANGPOS.COM, KENDAL – Ruang Aksara Kendal merupakan komunitas beranggota para perempuan penulis dari kalangan guru Taman Kanak kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kelompok bermain (KB), hingga mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Diluncurkan perdana, Sabtu (21/5/2022) lalu, Ruang Aksara yang bersekretariat di TK Tarbiyatul Athfal 02 Kaliwungu, Kampung Kepatihan, RT 02 RW 05, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu ini dikepalai Diana Fatma Dewi.

Bukan saja kian dikenal, komunitas penulis yang beranggotakan mayoritas guru TK dan PAUD ini juga mulai menjadi lirikan banyak pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal.

Tak pernah sepi gagasan dan berkegiatan, Ruang Aksara kembali membuat terobosan melalui gelaran Workshop Cerita Bergambar bersama Kempho Antaka di Aula Gedung PGRI Kabupaten Kendal, belum lama ini.

Kegiatan diikuti sekira 50 peserta, didominasi anggota Ruang Aksara dan beberapa anak yang meminati bidang cerita bergambar.

Workshop juga diselingi kegiatan peluncuran buku kumpulan cerita anak terbaru rilisan Ruang Aksara, berjudul “Aku Menyayangi Ciptaan Allah”. Buku ini berisi 23 judul cerita berbeda karya anggota.

Pendiri Ruang Aksara Diana Fatma Dewi mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiannya, karena Workshop Cerita Bergambar bersama Kempho Antaka bisa terlaksana tanpa kendala.

“Terlebih juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal. Kegiatan workshop kali ini bertujuan untuk menambah atau meningkatkan kompetensi para anggota Ruang Aksara. Dari yang semula hanya menulis cerita, kini menjadi bisa menggenapinya dengan gambar,” ungkap Dewi.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi yang berkesempatan hadir dan membuka kegiatan kreatif ini menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas keberadaan Ruang Aksara.

Wahyu menilai, Ruang Aksara telah menginisiasi dan banyak menginspirasi dunia pendidikan dan kependidikan di usianya yang masih seumur jagung.

“Terutama melalui rilisan buku-buku kumpulan cerita anak yang dilahirkan bersama Penerbit Leguty Media,” ujarnya didampingi Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Joko Supratikno.

Wahyu berjanji, pihaknya akan senantiasa mendorong Ruang Aksara untuk tidak berhenti berkreativitas dan terus melakukan terobosan-terobosan.

“Salah satunya, mengajak seluruh anggota komunitas penulis ini untuk siap menjadi entrepreneur atau wirausahawan karya, terutama buku-buku cerita anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kempho Antaka, pemateri tunggal Workshop Cerita Bergambar tak kalah bersemangat membeberkan ilmu dan turorial-tutorial pintar seputar cerita bergambar kepada peserta.

Juru kisah nasional ini mengatakan, gambar adalah komunikasi. Lebih tegas, gambar ilustrasi memiliki fungsi untuk memperjelas isi cerita.

“Untuk membuat cerita bergambar, seorang pemula tidak harus bisa menggambar sebagus seniman atau pelukis yang sudah profesional. Terpenting adalah menguasai dan bisa membedakan ciri khas obyek yang digambar,” terang Kempho.

Mengikuti dan menyimak seluruh paparan dari pemateri, Risa Kumayasari, salah seorang peserta mengaku senang lantaran bisa mendapatkan banyak ilmu bermanfaat.

Kebahagiaan guru TK Bhakti Utama, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu tersebut pun semakin membuncah, karena cerita bergambar strip atau berangkai yang dibuat bersama kelompoknya di workshop ini menjadi karya terpilih Kempho Antaka.

“Senang bisa mendapatkan banyak ilmu dan trik-trik menggambar yang baik dan benar, yang sesuai dengan cerita yang kita tulis,” ungkap Risa.

Hal lain juga diungkapkan Siti Afidah, yang menyajikan karya “Membuang Sampah pada Tempatnya”, cerita karyanya yang termuat di Buku Kumpulan Cerita Anak “Aku Menyayangi Ciptaan Allah” ditetapkan sebagai Karya Terpilih Penerbit Leguty Media.

“Kegiatan ini merupakan momentum emas yang bakal terus dikenang hingga waktu tak terbatas,” ungkapnya.

Bahkan, guru TK Tunas Harapan, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, tersebut juga dinobatkan sebagai salah satu anggota Ruang Aksara dengan karya terbanyak, yakni dengan lima cerita. (HS-06)