Salurkan Empat Sapi dan Tiga Kambing,  Wabup Kendal: Berbagi Bukan Hanya Saat Idul Adha Saja

BATANGPOS.COM, KENDAL – Seperti biasa setiap Hari Idul Adha, Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki secara pribadi menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat.

Pada Idul Adha 1443 H ini, Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut menyalurkan empat ekor sapi dan tiga ekor kambing.

Menurutnya, Idul Adha merupakan momentum yang baik untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang mengurbankan anaknya sendiri, Nabi Ismail AS.

Dimana hal itu mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, ketulusan, dan keikhlasan. Pengorbanan yang dimaksud bisa berupa sesuatu yang dicintai, harta maupun jabatan untuk semata-mata bentuk pengabdian ibadah kepada Allah SWT.

“Bukan hanya saat Idul Adha saja. Namun seyogyanya kita bisa berbagi kepada yang membutuhkan kapanpun dan dimanapun,” tutur Pakde Bas, Jumat (8/7/2022).

Saat ditanya ada berapa ekor sapi dan kambing yang disalurkan, dirinya memaparkan, ada empat ekor sapi kurban disalurkan di empat titik.

“Yakni Masjid Agung Kendal, kemudian Ponpes Al Fadlu 2 Brangsong dan keluarga KH Syahroni di Plantungan. Selain itu saya juga menyembelih satu sapi di rumah dinas wakil bupati,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tiga ekor kambing, disalurkan di Kaliwungu, kemudian di musala Al Basuki di Rowosari dan di keluarga besar almarhum Kyai Khasun.

“Inilah bentuk kegiatan keagamaan saya di hari raya Idul Adha, dengan berkurban seperti yang selalu saya lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Pakde Bas.

“Semoga Allah SWT melancarkan dan memudahkan rejeki saya juga keluarga. Sehingga bisa berbagi dan bersama-sama masyarakat Kabupaten Kendal merayakan Idul Adha,” imbuhnya.

Disinggung terkait adanya PMK pada hewan ternak di Kabupaten Kendal, Wabup berharap kepada para peternak hewan yang ada di Kabupaten Kendal untuk rutin memeriksa ternaknya dan membersihkan kandang.

“Saya juga minta supaya masyarakat berkoordinasi dengan dinas terkait apabila menemukan hal-hal di hewan ternak,” harap Pakde Bas.

Sementara itu, penjualan hewan kambing untuk kurban tahun ini turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Asri, pedagang kambing kurban di Kelurahan Trompo Kota Kendal.

Menurut Asri, pada tahun-tahun sebelumnya biasanya bisa menjual kambing kurban di atas 60 ekor. Namun tahun ini, hingga dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban, baru terjual 34 ekor.

Dibandingkan tahun lalu, harga kambing per ekor mengalami kenaikan sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.

“Pada Idul Adha tahun lalu harga kambing per ekor masih di bawah Rp 4 juta, namun tahun ini di atas Rp 4 juta. Penjualannya pun menurun, dulu 60 ekor lebih,” ujarnya.

Dikatakan, berkurangnya permintaan kambing kurban, kemungkinan karena adanya wabah PMK.

“Adanya wabah PMK, masyarakat merasa kurang mantap atau ragu untuk berkurban,” ujarnya.

Di lain pihak, Masruri dari Dusun Sukup Wetan Desa Purwokerto Kecamatan Patebon mengaku, biasanya berkurban berupa sapi dengan patungan tujuh orang. Namun tahun ini ia memberikan kurban seekor kambing.

Pertimbangannya bukan karena adanya wabah PMK, tetapi karena kelompok yang kurban sapi sudah penuh tujuh orang.

“Biasanya sapi, tapi kemarin yang kelompok kurban sapi sudah penuh tujuh orang, akhirnya kurban kambing sendiri,” jelasnya. (HS-06).