Sasar IKM Sektor Kuliner, Dinperinaker Kota Pekalongan Fasilitasi Sertifikat PIRT dan Halal

 

BATANGPOS.COM, PEKALONGAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, bersinergi dengan TP PKK Kota Pekalongan, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), memberikan pelatihan dan fasilitasi sertifikat PIRT dan halal pada IKM.

Kegiatan selama dua hari mulai Rabu (22/6/2022) itu, dilangsungkan di aula Kantor Dinperinaker Kota Pekalongan.

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menyebutkan sebanyak 12 IKM, diberikan fasilitasi terkait sertifikasi PIRT dan 1 IKM untuk sertifikasi halal.

Dalam kegiatan ini pihaknya menyasar IKM industri makanan dan minuman, karena menjadi salah satu sektor unggulan di industri Kota Pekalongan.

Hampir 30 persen dari jumlah 8.000 IKM Kota Pekalongan, atau sekitar 2.450 adalah bergerak di sektor makanan dan minuman.

Budi memandang IKM merupakan sektor strategis, yang pasar lokalnya dapat dipastikan selalu ada, sehingga dapat dikembangkan menjadi salah satu elemen ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan untuk dapat mengurus PIRT, pelaku IKM harus terdaftar secara resmi, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dan memenuhi persyaratan menyangkut uji kesehatan. Terkait sertifikasi halal, Dinperinaker melibatkan MUI provinsi Jawa Tengah.

“Kita juga libatkan Dinkes dan DPMPTSP karena untuk bisa mengurus PIRT, IKM harus terdaftar secara resmi memiliki NIB dan itu dilakukan secara online melalui DPMPTSP dan juga persyaratan menyangkut uji kesehatan oleh teman-temen dinas kesehatan kemudian besok kita akan melaksanakan pelatihan terkait sertifikasi halal dari MUI Jateng,” beber Budi.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya yang hadir sebagai narasumber, mengajak seluruh IKM agar dapat lebih memperhatikan produk hasil mereka dari segi keamanan, kebersihan, dan kemasan produk mereka.

Karena dalam kondisi nyata, pembeli lebih tertarik dengan produk yang memiliki kemasan menarik, aman dan bersih, sehingga ini harus dipahami oleh pelaku IKM agar mempermudah pemasaran.

“Semoga produk yang dijual ini punya izin PIRT, kemudian segi keamanan dari produk itu, konsumen yang mau membeli ini akan merasa yakin bahwa produk itu aman, halal, dan tadi saya sampaikan untuk kemasan supaya bisa diperbaiki lagi karena masih banyak lagi usaha IKM ini dalam kemasannya masih asal, pakai botol bekas dan sebagainya, mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, IKM yang menjual produknya sudah semakin baik, bagus sehingga bisa mempermudah pemasaran,” kata Inggit. (HS-08)