Sedekah Laut di Tawang Rowosari, Giatkan UMKM Setempat Melalui Pasar Malam

BATANGPOS.COM, KENDAL – Setelah dua tahun sempat tidak digelar akibat Pandemi Covid-19, masyarakat nelayan Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal kembali menggelar acara sedekah laut.

Acara digelar sejak Senin-Sabtu (8-13/8/2022) tersebut berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti Pasar Malam UMKM, Pengajian Akbar, Pagelaran Wayang Kulit, Kirab Budaya, hingga Larung Sesaji.

Acara ini sebagai wujud syukur para nelayan atas berkat ikan yang melimpah, kemakmuran dan kesejahteraan dari Sang Pencipta selama melaut. Terlihat masyarakat sekitar bahkan dari luar daerah berbondong-bondong menaiki perahu untuk mengiringi acara larung sesaji.

Sementara dalam acara digelar prosesi larung sesaji di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari, Jumat (12/8/2022).

Acara dihadiri oleh Pj Sekda Kendal Sugiono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hudi Sambodo, serta Forkopimcam Rowosari.

Ketua Panitia Penyelenggara, Heri Wijaya mengatakan acara sedekah laut ini merupakan kali pertama digelar dengan meriah setelah Pandemi Covid-19.

“Acara sakralnya hari ini yaitu larung sesaji dengan melarung kepala sapi serta ugo rampe lainnya yang dimaksudkan untuk meminta diberi keselamatan, rezeki dan keselamatan selama bekerja dilaut,” terangnya.

Dirinya bersyukur adanya kegiatan sedekah laut kali ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gempolsewu. Terutama meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM warga setempat.

“Alhamdulillah pengunjung tahun ini meningkat karena kemarin selama dua tahun kita tetap ada ritual seperti ini tapi tidak ada kegiatan keramaian. Jadi sekarang semua UMKM disini tambah meningkat dibanding tahun kemarin ada 300 persen,” ungkapnya.

Sementara itu PJ Sekda Kendal, Sugiono menjelaskan ada tujuh tempat di Kendal yang mengadakan kegiatan ritual sedekah laut dan larung sesaji.

Diantaranya adalah Gempolsewu, Sendang Sikucing, Bandengan, Karangsari, Kalibuntu, Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan.

“Perayaan ini adalah wujud syukur kepada Allah Subhana Wa Ta’ala dan untuk Nguri-uri budaya leluhur. Tapi yang lebih penting kedepan itu lebih semangat dan giat lagi dalam mencari nafkah ditengah laut,” kata Sugiono.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo pada kesempatan tersebut berharap kepada para nelayan, untuk terus menjaga ekosistem lingkungan hidup dan senantiasa menjaga kebersihan sekitar laut.

“Kami berharap, nelayan juga tetap mematuhi Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan, jangan sampai menggunakan jaring atau alat yang tidak ramah lingkungan. Kebersihan TPI harus dibersihkan setelah perayaan ini,” harapnya.

Hudi menambahkan, keberlanjutan ekosistem di perairan laut utara jawa, tujuannya adalah pengkayaan sumberdaya ikan untuk meningkatkan populasi, penyediaan stock ikan sekaligus pelestarian sumberdaya ikan.

“Sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah laut Kabupaten Kendal,” pungkasnya.

Kemudian Pj Sekda Kendal bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan beserta rombongan dan para nelayan menaiki perahi untuk mengikuti acara larung sesaji ketengah laut. (HS-06)