Sejumlah Perusahaan di Kendal Belum Bayarkan THR kepada Pekerjanya

BATANGPOS.COM, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Perindustrian dan Ketengakerjaan menggelar Sarasehan Tripartit dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2022, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (25/5/2022).

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Siswanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenaga Kerjaan Kendal, Cicik Sulastri dan Kepala Kesbangpol Kendal, Suharjo, juga perwakilan dari Kodim 0715/Kendal dan Polres Kendal.

Selain itu dihadiri Ketua Apindo Kabupaten Kendal, Benedictus Boku, Ketua Dewan Buruh Kabupaten Kendal, Sudarmaji dan diikuti oleh para pimpinan perusahaan di Kabupaten Kendal, serta diikuti oleh 75 orang perwakilan Serikat Pekerja, Serikat Buruh dan pengusaha di Kabupaten Kendal.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, saat membacakan sambutan Bupati Kendal Dico M. Ganinduto mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pekerja dan buruh yang telah memberikan sumbangsih dan kepeduliannya dalam pembangunan daerah Kabupaten Kendal, melalui peran sertanya di perusahaan guna terciptanya proses usaha yang kondusif.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada hadirin, agar menanamkan semangat dalam diri untuk bekerja lebih baik lagi, sehingga menciptakan tenaga-tenaga buruh yang handal dan profesional.

Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut juga mengingtkan, kepada pengusaha agar segera menyelesaikan adanya permasalahan belum terbayarnya Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya.

“Jika setelah Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah masih adanya aduan/laporan pembayaran THR belum dilakukan, maka dari itu, lakukan monitoring, evaluasi dan ditindaklanjuti laporan kepada pengawas ketenagakerjaan. Supaya bisa ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pekerja Buruh Kendal, Sudarmaji menyampaikan, pihaknya banyak menerima laporan tentang permasalahan buruh yang belum diketahui oleh pihak Dinas Tenaga Kerja Kendal.

“Di antaranya terkait gaji yang masih di bawah UMR, gaji karyawan yang tertunda dan belum diberikannya THR,” ujarnya.

Terhadap permasalahan ini, pihaknya segera menyampaikan kepada pihak Dinas Tenaga Kerja agar segera diselesaikan dengan perusahaan.

“Banyak laporan yang kami terima tentang permasalahan buruh, nanti kami inventarisir dulu, terus disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja supaya segera diselesaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperinaker Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri dalam sambutannya mengatakan, bahwa tujuan dilaksanakan sarasehan ini untuk meningkatkan silaturahim antara Pemerintah Kabupaten Kendal, pengusaha dan para pekerja di Kabupaten Kendal.

“Selain itu untuk mengurai persoalan-persoalan yang ada agar ada solusinya. Juga terciptanya hubungan yang harmonis, berkeadilan, dan seiring sejalan antara Pemkab, pengusaha dan para pekerja,” ujarnya.

Terhadap laporan adanya perusahaan yang belum melakukan kewajibannya memberikan THR, Cicik menjelaskan pihaknya akan melakukan verifikasi ke perusahaan yang bersangkutan, terutama masalah kondisi keuangan perusahaan.

“Untuk THR itu sudah ada aturannya dari Kementerian Tenaga Kerja, jadi nanti kami akan verifikasi lapangan, permasalahannya apa, supaya bisa diselesaikan,” jelasnya.

Selanjutnya menurut Cicik, Diperinnaker Kendal akan mengadakan pertemuan tripartit untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Demikian juga bagi perusahaan yang masih menunggak gaji karyawan dan perusahaan yang masih memberikan gaji di bawah UMR. Pada prinsipnya semua perusahaan harus mematuhi peraturan yang ada.

“Untuk upah yang masih di bawah UMR, kami akan melakukan edukasi ke perusahaan, karena aturannya harus sesuai UMR,” imbuh Cicik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada 40 orang buruh secara simbolis dan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan kepada dua orang peserta, dengan total sebesar Rp. 379.500.000.

Setelah acara sambutan, kemudian dilanjut dengan acara diskusi terkait persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para pekerja, dan tanya jawab antara pemerintah, pihak perusahaan, dan para pekerja.

Perlu diketahui bahwa dari hasil diskusi Pemkab Kendal akan menindaklanjuti adanya laporan terkait tunggakkan gaji pekerja selama tiga bulan yang belum dibayarkan, agar secepatnya dapat diberikan. (HS-06).