Selama Mudik dan Balik Lebaran, Angka Kecelakaan di Wonogiri Melonjak

 

BATANGPOS.COM, WONOGIRI – Jumlah kecelakaan di Kabupaten Wonogiri, selama arus mudik dan balik Lebaran, atau Operasi Ketupat Candi (OKC) 2022, melonjak 65 persen dibandingkan tahun lalu. Polisi menyebut penyebabnya didominasi oleh human error.

Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto mengatakan, berdasarkan datanya, selama OKC 2021 terjadi 16 kasus kecelakaan dengan satu orang meninggal dunia dan 23 orang luka ringan. Adapun untuk kerugian materi, ditaksir sekitar Rp 6,3 juta.

Adapun pada OKC 2022, terjadi sebanyak 42 kasus kecelakaan dengan dua orang meninggal dunia, 43 orang luka ringan, dan kerugian material Rp 24,8 juta.

“Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada OKC tahun ini terjadi di Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Girimarto. Kendaraan milik warga lokal, bukan pemudik,” kata Marwanto, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto SIK  MSi, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, didominasi sepeda motor dengan lokasi di Wonogiri bagian timur.

“Sebagian besar penyebabnya karena human error. Bukan karena ramainya jalan atau padatnya kendaraan. Justru kalau ramai, pengendara lebih hati-hati. Ketika longgar, biasanya (melaju) kencang,” tuturnya.

Hasil evaluasi OKC 2022, imbuh Marwanto, menjadi pijakan kebijakan pada Lebaran tahun depan untuk rekayasa lalu lintas. “Secara keseluruhan lalu lintas di Wonogiri ramai lancar (saat OKC 2022),” kata dia. (HS-08)