Seluruh Koperasi di Kendal Ikuti Upacara Peringatan ke-75 di Alun-Alun

BATANGPOS.COM, KENDAL – Sejarah koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R. Wiria Atmaja pada 1896. Ia melihat banyak para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir.

Patih R Aria Wiria Atmaja kemudian mendirikan bank untuk para pegawai negeri dengan mengadopsi sistem serupa dengan yang ada di Jerman yakni koperasi kredit.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Upacara Peringatan Hari Koperasi ke 75 yang mengusung tema Transformasi Koperasi untuk Ekonomi Berkelanjutan, di Kabupaten Kendal berlangsung di Alun-alun Kendal dengan peserta merupakan seluruh Koperasi yang berada di Kabupaten Kendal, Selasa (12/7/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Ronaldwin selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki.

Disampaikan, Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penuh agenda penguatan ekonomi, khususnya oleh Koperasi dan UKM.

“Koperasi sebagai aggregator dan akselerator usaha UMKM anggota, terus dimodernisasi yang diakselerasi melalui program akselerator koperasi modern untuk memilih 150 koperasi diberbagai sektor,” jelas Kejari Kendal, membacakan amanat Teten Masduki.

Dalam amanatnya, Menteri juga turut membahas perekonomian nasional secara bertahap mengalami pertumbuhan positif, yang pada tahun 2021 mencapai 3,69 persen, atau lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi di angka 2,07 persen.

Kemudian berlanjut pada kuartal I tahun 2022 yakni sebesar 5,01 persen (y-on-y), dimana capaian ini bahkan lebih tinggi dani negara anggota G20 lainnya, termasuk Jerman dan Tiongkok.

Perkembangan Koperasi turut ditunjukan dengan penguatan subtasnsi rancangan undang – undang perkoperasian yang diarahkan pada pengembangan ekosistem perkoperasian.

“Antara lain meliputi, kebijakan afirmatif yang memberikan kesempatan koperasi bergerak diberbagai sektor usaha dan tumbuh. Termasuk penerapan koperasi multi pihak terutama bagi para start up,” imbuh Ronaldwin. (HS-06)