Sempat Mengaku Diculik, Ternyata Pelajar Kendal ini Hanya Main ke Rumah Temannya

BATANGPOS.COM, KENDAL – Beberapa waktu lalu tersiar kabar viral di media sosial, tentang adanya pengakuan seorang pelajar SMP di Kabupaten Kendal yang menjadi korban penculikan.

Namun informasi tersebut ternyata hanya rekayasa yang dilakukan RA (15), warga Dusun Besokor, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, agar korban tidak dimarahi orangtuanya.

RA yang main ke rumah temannya tersebut, mengaku mengarang cerita penculikan supaya tidak dimarahi keluarganya.

Dugaan penculikan ini diketahui terjadi pada hari Sabtu (23/4/2022), setelah Kiswati, warga Desa Sidomukti Kecamatan Weleri, melaporkan anaknya RA yang masih sekolah di SMP swasta di Weleri tidak kunjung pulang dari sekolah.

Bahkan sang ibu mendapatkan kiriman pesan suara melalui Whatsapp di handphone miliknya, berisi permintaan tolong anaknya yang mengaku dikejar-kejar orang tak dikenal di daerah yang tidak tahu tempatnya.

“Jadi awalnya ibu Kiswati mendapatkan pesan suara dari anaknya melalui HP bahwa dikejar-kejar orang tidak dikenal,” terang Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Daniel A Tambunan, Kamis (28/4/2022).

Bukan itu saja, RA juga mengirim pesan suara ke saudaranya yang masih pelajar, yang mengatakan bahwa dirinya dibawa ke daerah persawahan arah Sukorejo.

“Ibu korban sempat mencari anaknya ke tempat rumah bapaknya di Dukuh Ngesruk Desa Harjodowo, Sukorejo, namun tidak ada,” imbuh AKP Daniel.

Ditambahkan, dari pengaduan kepada polisi inilah, kemudian pihaknya melakukan penyelidikan karena banyak kejanggalan dari dugaan penculikan ini.

Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan polisi akhirnya ditemukan titik terang, dan terbukti bahwa dugaan penculikan ini hanya rekayasa dari korban sendiri.

“Kita lakukan penyelidikan dan berhasil menemukan korban RA di rumah temannya, dari hasil pemeriksaan korban mengakui jika penculikan yang diinformasikan ke keluarga dan ramai di media sosial hanya rekayasa saja,” jelas AKP Daniel.

Korban membuat rekayasa bahwa dirinya diculik oleh dua orang dan dibawa ke Sukorejo, padahal korban sengaja pergi ke rumah temannya dan merekayasa penculikan agar tidak dimarahi oleh ibunya.

 

“Jadi tidak ada penculikan, itu semua rekayasa korban sendiri karena ingin mendapatkan perhatian dari orangtuanya,” ujar Daniel.

Sementara itu RA yang dijemput petugas di rumah temannya dan dimintai keterangan, mengaku minta maaf atas kejadian ini.

Dalam video permintaan maaf pelajar SMP ini mengaku bahwa kejadian penculikan tersebut adalah rekayasa dirinya.

Didampingi sang ibu, RA mengaku mengarang cerita bahwa dirinya diculik agar bisa pergi dari rumah tanpa dimarahi ibunya.

“Saya mohon maaf kepada semuanya, bahwa berita bahwa saya diculik adalah rekayasa saja. Saya sengaja pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan dan dengan rekayasa ini dibuat, supaya saya tidak dimarahi ibu saat pulang ke rumah,” ungkap RA.

RA juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan tidak akan membuat kegaduhan lagi.

“Terima kasih kepada pihak Polda Jawa Tengah, Polres Kendal dan Polsek Weleri yang menangani ini. Saya mohon maaf kepada semuanya karena membuat heboh,” ujarnya. (HS-06).