Serahkan Surat Keputusan, Bupati Blora Minta Para Kepala Puskesmas Berinovasi

 

BATANGPOS.COM, BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman meminta para kepala UPTD puskesmas di wilayahnya, untuk mendorong jajarannya agar terus berinovasi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman ketika menyerahkan surat keputusan kepada 26 kepala UPTD puskesmas di wilayahnya, belum lama ini.

“Tentunya kami berharap pimpinan puskesmas ini mempunyai inovasi, harus saling berlomba, kira-kira program inovasi apa dari panjenengan,” kata Arief Rohman, seperti dirilis blorakab.go.id.

Acara penyerahan SK yang dilaksanakan di ruang pertemuan Setda Blora itu, dihadiri Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Sekretaris Daerah Blora, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, beserta kabid dan jajaran, Kepala RSUD Cepu.

“Kami mengucapkan selamat atas amanah yang sudah diberikan kepada bapak ibu kepala puskesmas ini,” kata Bupati Blora, Arief Rohman.

Bupati minta seluruh kepala puskesmas tersebut untuk ikut membantu melaksanakan visi misi Pemkab Blora khususnya dalam bidang kesehatan.

Termasuk agar berbagai indikator kinerja maupun pelayanan bisa tercapai dengan baik.

“Ada beberapa hal yang harus dicapai, seperti terkait pencapaian indikator SPM dan juga pencapaian indikator kinerja pelayanan, juga terkait peningkatan pelayanan dan pendapatan asli daerah,” ungkap Bupati.

Mas Arief menegaskan bahwa pada intinya Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat harus memberikan pelayanan terbaik.

Pemerintah pun secara serius akan terus mengawal pelayanan kesehatan.

“Kta akan ada evaluasi enam bulan sekali, Pak Sekda tolong dibuat standar untuk bagaimana kinerja teman-teman ini, bagaimana kalau kinerjanya baik tentunya kita akan memberikan apresiasi juga,” tambahnya.

Kepala BKD Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, menjelaskan kepala puskesmas adalah tenaga kesehatan yang diberi tugas tambahan sebagai kepala UPTD.

“Sehingga tidak dilakukan pelantikan, melainkan hanya penyerahan SK,” tuturnya.

Kepala BKD juga menjelaskan bahwa dari 26 kepala puskesmas yang baru saja menerima surat keputusan tersebut, keseluruhan berasal dari tenaga kesehatan dengan berbagai bidang.

“Hari ini yang menerima SK sebanyak 26 orang, tenaga kesehatan ada yang dari epidemiolog, bidan, dari apoteker, ini kami dalam rangka penataan,” tegas Heru. (HS-08).