Sosialisasi Patuh Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Bupati Kendal Dukung Razia Digencarkan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengajak masyarakat untuk taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tepat waktu. Karena pajak daerah menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, untuk membiayai pembangunan.

Hal tersebut Ia ungkapkan, saat menghadiri Sosialisasi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di salah satu hotel di Kendal, Selasa (31/5/2022).

Pasalnya, masih banyak temuan masyarakat yang ‘nunggak’ dan belum membayar PKB yang juga berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karena itu, sosialisasi ini penting digelar terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Apalagi, lanjut Dico, pajak diperuntukkan salah satunya untuk pembangunan Kabupaten Kendal.

“Hasilnya (pajak) nanti akan kembali ke masyarakat, berupa pembangunan. Karena pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kendal belum seratus persen. Harapannya dengan pajak sesuai target, pembangunan bisa berjalan secara maksimal,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung penggencaran sosialisasi PKB untuk ASN dan pegawai non ASN.

“Selanjutnya, sosialisasi disiplin PKB dapat diteruskan ke desa dan kecamatan berkolaborasi antara camat dengan kepala desa,” imbuh Dico.

Selain itu, pihaknya juga mendukung dilaksanakannya kembali razia-razia kendaraan bermotor.

“Kalau bisa diperbanyak lagi titik-titiknya atau diperbanyak kegiatan razia kendaraan bermotor semaksimal mungkin dan akan kita dukung,” tandas Dico.

Selain Bupati Kendal, acara juga dihadiri Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah Mifta Reza, Pj Sekda Kendal, Sugiono, Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Kabupaten Kendal, Retno Pantja Indah Wijani, dan para Camat se-Kabupaten Kendal dan tamu undangan.

Kepala UPPD Kabupaten Kendal, Retno Pantja Indah Wijani mengatakan penurunan ini berdampak terhadap penerimaan PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor Kabupaten Kendal.

Dijelaskan, penurunan tersebut juga diperparah dengan operasi yang jarang dilakukan saat pandemi.

Oleh karena itu, sosialisasi ini penting digelar terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Apalagi, pajak diperuntukkan salah satunya untuk pembangunan Kabupaten Kendal.

Dipaparkan, pada tahun 2019 pihaknya bisa menyalurkan sekitar Rp 134,5 miliar. Untuk tahun 2020, hanya bisa menyalurkan Rp 106 miliar. Sedangkan tahun 2021 ada peningkatan sehingga bisa menyalurkan Rp 146 miliar.

“Di tahun 2022 sampai dengan bulan April 2022 kita sudah menyalurkan sebesar Rp 41 milliar dari target Rp 147 milliar,” ungkap Retno.

Pihaknya berkomitmen tetap berusaha untuk meningkatkan pendapatan pajak, seperti melayani masyarakat dengan cara door to door dengan menambah titik layanan, ada Samsat Keliling, Samsat Siaga, Samsat Malam dan Samsat Car Free Day.

“Tujuannya untuk menggali potensi pajak-pajak kendaraan yang selama ini masyarakat merasa jauh untuk melakukan pembayaran,” tambah Retno.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah Mifta Reza menyampaikan, inovasi harus terus dikembangkan di era digital.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi adanya reward untuk taat pajak yang telah dilakukan.

Mifta Reza berharap, sosialisasi disiplin pembayaran pajak seperti ini perlu digencarkan. Sehingga hasilnya bisa untuk pembangunan di Jawa Tengah.

“Sosialisasi dan inovasi di era reformasi birokrasi seperti sekarang ini perlu terus dikembangkan. Supaya masyarakat semakin patuh dan disiplin membayar pajak kendaraan,” ujarnya.

Reza mengakui, sumber kekayaan daerah berasal dari pajak, sehingga hal itu harus dioptimalkan. Untuk itu, DPRD selalu berupaya memberi motivasi kepada UPPD untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk taat bayar pajak.

“Sumber-sumber PAD Provinsi terdiri dari Pajak, Retribusi dan pendapatan lain yang sah. Berdasarkan hal tersebut, maka salah satu sumber pendanaan untuk pelaksanaan APBD adalah Penerimaan Pajak Daerah,” ujarnya. (HS-06).