Takut Jembatan Ambrol, Warga Bandengan Akhirnya Tutup Akses untuk Truk Dam

BATANGPOS.COM, KENDAL – Demi keamanan dan kenyamanan warga, jalan Masjid di Kelurahan Bandengan Kecamatan/Kabupaten Kendal yang dikeluhkan rusak parah akhirnya ditutup.

Warga terpaksa menutup akses jalan tersebut untuk dilewati truk dam di wilayah RT 4 dan 5 RW 1 Kelurahan Bandengan, pada Sabtu (9/7/2022).

Dari pantauan di lapangan penutupan dilakukan dengan cor dari potongan paralon yang sengaja ditanam di tengah jalan Masjid menuju RT 5 dan RT 4 di wilayah RW 1 Kelurahan Bandengan.

Menurut keterangan salah seorang warga, Siddiq Wibowo, hal ini dilakukan supaya truk dam bermuatan material untuk proyek pembangunan Kotaku tidak melintas di jalan Masjid.

“Ini sebagai bentuk protes kami kepada pihak pengembang, yang tidak mengindahkan permintaan kami supaya jangan melewati jalan Masjid, karena kondisi jalan sudah rusak parah,” ujarnya.

Wibowo mengaku, anaknya termasuk menjadi korban dari adanya aktivitas lalu lalang truk dam. Saat truk dam melintas jalan yang rusak kerik melayang dan mengenai kaki anaknya hingga terluka.

“Bahkan kemarin ada nelayan yang sedang benerin rantai motor yang lepas, kepalanya juga terkena percikan kerikil dan bocor sampai berdarah,” imbuhnya.

Sementara Ketua RT 5 RW 1, Moch Abadi mengatakan, inisiatif warga menutup akses truk dam, karena menyebabkan jembatan sungai kecil di jalan Masjid ambles dan hampir ambrol.

“Kalau sudah ambrol nantinya malah bisa membuat aliran sungai kecil menjadi mampet dan memperparah rob,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya bersama Ketua RT 4 di wilayah RW 1, sudah menyampaikan surat kepada kelurahan dan pihak yang terkait dengan pembangunan, supaya truk dam pengangkut material tidak melintasi jalan masjid.

“Jalan masjid ini kondisinya sudah parah, jangan diperparah lagi dengan adanya truk dam yang lewat,” tandas Moch Abadi.

Dikatakan, baik Ketua RT 4 dan RT 5 di wilayah RW 1 sudah sepakat untuk memberikan batas waktu hingga 2 x 24 jam, supaya truk dam tidak melintas di jalan masjid Kelurahan Bandengan.

“Ya seharusnya besok batas waktunya. Tapi karena jembatan semakin amblas, kami putuskan untuk menutup akses truk dam pengangkut material, supaya kondisinya tidak semakin parah bahkan ambrol,” pungkasnya. (HS-06)