Tangani Kawasan Kumuh di Kabupaten Semarang, Kementerian PUPR Anggarkan Rp17 Miliar

 

BATANGPOS.COM, SEMARANG – Kementerian PUPR mengalokasikan dana Rp 17 miliar untuk menata permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Penataan itu mencakup akses jalan penghubung penyediaan air bersih, sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Tahun ini ada empat lokasi di tanah air, yang menerima dana alokasi khusus terintegrasi penanganan kawasan kumuh termasuk Penawangan,” kata Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Riono Suprapto, di sela-sela meninjau lokasi pelaksanaan kegiatan, Rabu (27/4/2022).

Didampingi Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit F Oktoriyanto dan pejabat lainnya, Riono berkeliling dan berdialog dengan warga penerima bantuan.

Menurut Riono, program terintegrasi penanganan permukiman kumuh itu, digagas sejak awal oleh Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PUPR.

Tujuannya untuk menata pemukiman kumuh menjadi tempat yang sehat dan nyaman.

Dia berharap pelaksanaan kegiatan di Penawangan berjalan lancar. Sehingga dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Kepala DPU Totit Oktoriyanto mengatakan pembangunan akses jalan masuk ke Desa Penawangan menjadi salah satu prioritas. “Pembangunan jalan yang ambles akan didukung dana bantuan keuangan Provinsi Jateng senilai Rp 7 miliar,” kata dia, seperti dirilis Semarangkab.go.id.

Sementara itu Kades Penawangan Sulistiyo berharap program penanganan permukiman kumuh itu dapat mengubah perilaku hidup warganya menjadi lebih sehat.

Wilayah Desa Penawangan yang terletak di ujung Utara Kabupaten Semarang dikelilingi hutan yang dikelola PT Perhutani. Sekitar 500 warga yang tinggal di 128 rumah akan terdampak penataan. “Kami berharap kehidupan warga akan lebih sehat dan sejahtera,” katanya (HS-08)