Tentukan Ketua Baru, Pertuni Kendal Gelar Muscab

 

BATANGPOS.COM, KENDAL – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2, di aula salah satu BPR di Kendal, Sabtu (25/6/2022).

Acara Muscab dihadiri puluhan anggota Pertuni yang mengenakan seragam biru, dengan tampak bergairah mengikuti musyawarah untuk memilih kepengurusan periode 2022-2027.

Ketua Panitia Penyelenggara Muscab. Farikhin mengatakan, jumlah anggota yang memiliki hak pilih juga sudah ditentukan sebanyak 64 anggota.

“Ada tiga calon yang maju pada pemilihan Ketua DPC Pertuni Kendal, yakni Ahmad Fauzan, Imam Sahrozi dan Slamet Ahmad, yang merupakan hasil pra muscab beberapa waktu lalu,” terangnya.

Mekanismenya, lanjut Farikhin, tiga calon yang akan dipilih dalam bentuk bentuk gambar, yaitu gambar segitiga, lingkaran dan segiempat.

“Jumlah anggota yang berhak memilih juga sudah ditentukan saat pra muscab. Sehingga hari ini tinggal melakukan pemilihan,” imbuhnya.

Sebagai anggota, Farikhin berharap, program dan kegiatan pada kepengurusan Pertuni kendal yang baru nanti bisa lebih baik.

Dirinya pun mengusulkan untuk program ke depan, di antaranya kegiatan dua bulan diaktifkan, melakukan kunjungan ke rumah anggota yang terisolir.

Usulan lainnya melakukan sosialisasi kegiatan anggota, seperti jasa terapi pijat supaya semakin dikenal.

“Kepengurusan periode pertama sudah bagus, namun ke depan supaya lebih bagus lagi, di antaranya mengadakan kegiatan bakti sosial memperkenalkan jasa pijat, karena banyak anggota Pertuni yang berprofesi jasa terapi pijat,” ungkap Farikhin.

Sementara itu, Kabid Penanganan Kemiskinan dan Pemberdayaan Penanganan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Joko Hartoto mengatakan, Dinsos Kendal mendukung kegiatan semua kegiatan Pertuni, dan penyandang disabilitas lainnya.

“Dukungan yang sudah dilakukan di antaranya memfasilitasi kegiatan disabilitas, melakukan pendataan untuk diajukan ke kementerian sosial,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Joko, pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terlibat dalam penanganan disabilitas. Salah satunya dengan Baznas.

“Beberapa hal yang sudah direalisasikan di antaranya bantuan tongkat untuk tunanetra, kaki palsu, sepatu khusus dan kursi roda,” imbuhnya.

Joko mengungkapkan, tahun ini sedang tahap pengesahan Raperda Disabilitas. Dengan Raperda ini diharapkan menjadi payung hukum dalam penanganan disabilitas di Kabupaten Kendal.

“Raperda Disabilitas, diharapkan bisa disahkan tahun ini. Hanya tinggal menunggu persetujuan Gubernur Jawa Tengah,” ungkapnya. (HS)