Tingkatkan Kompetensi PPPK, Pemkab Semarang Siapkan Rp 1,1 Miliar

 

BATANGPOS.COM, SEMARANG –  Badan Kepegawaian Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemkab Semarang, menyediakan anggaran Rp 1,1 miliar, untuk mengembangkan kompetensi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pada tahun 2022.

Kepala BKPSDM, Wenny Maya Kartika, menjelaskan kegiatan orientasi PPPK itu, akan dilaksanakan bekerja sama dengan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.

“Kompetensi PPPK yang tinggi, diperlukan sejalan dengan tuntutan perkembangan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan umum. Kegiatan berdasarkan kurikulum LAN ini, yang pertama di Jawa Tengah,” kata dia, seusai mewakili Bupati Semarang membuka acara sosialisasi jaminan sosial bagi PPPK di aula PP PAUD-Dikmas Jawa Tengah di Ungaran, Kamis (7/7/2022).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Wenny, kegiatan orientasi untuk 1.505 PPPK sepadan dengan pelatihan dasar atau pra jabatan bagi CPNS.

Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen PPPK. Pelaksanaannya direncanakan pada bulan September selama 24 jam pelajaran.

Tujuannya agar para PPPK dapat bekerja maksimal di unit kerja masinag-masing. Materi berupa pengenalan tugas dan fungsi ASN yang dilaksanakan oleh LAN dengan sistem belajar mandiri menggunakan pola massive online open course (MOOC). Selain itu ada pengenalan nilai dan etika di instansi Pemerintah.

Lebih lanjut dia mengatakan PPPK Kabupaten Semarang, untuk pengangkatan tahun 2021 dan 2022, tersebar di berbagai instansi, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo. Mereka terdiri atas 378 tenaga guru, 45 tenaga kesehatan dan 82 tenga teknis lainnya.

“Pelaksanaan orientasi dilakukan serentak untuk seluruh PPPK secara hybrid menggunakan kurikulum LAN. Sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan di masing-masing unit kerja,” kata dia, seperti dirilis semarangkab.go.id.

Sementara itu kegiatan sosialisasi jaminan sosial bagi PPPK dilaksanakan oleh PT Taspen Kantor Cabang Utama Semarang.

“Sosialisasi dimaksudkan agar para PPPK dapat mengetahui hak dan kewajibannya terutama jaminan sosial selama masa perjanjian kerja,” terang Manager Pelayanan dan Pemasaran PT Taspen KCU Semarang, Maizirwan.

Bupati H Ngesti Nugraha saat sambutan tertulis mengatakan sosialisasi merupakan upaya Pemkab Semarang untuk mewujudkan pemenuhan hak PPPK.

”Jaminan kecelakaan kerja dan kematian telah diberikan oleh Pemkab Semarang. Sedangkan tabungan hari tua dan jaminan pensiun yang ditawarkan PT Taspen bersifat opsional karena belum ada regulasinya,” kata dia. (HS-08)