Wali Kota Tegal Harapkan Masterplan Smart City 3.0 Bantu Atasi Masalah Perkotaan

 

BATANGPOS.COM, TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengharapkan masterplan (rencana induk) smart city 3.0 yang sedang disusun saat ini, nantinya dapat berperan dalam penyelesaian beragam persoalan perkotaan.

Hal itu disampaikan Sekda Kota Tegal, Johardi, ketika mewakili Wali Kota Tegal, dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program Unggulan Tahap 1, di Ruang Adipura Balai Kota Tegal, Selasa (21/6).

Berbagai persoalan perkotaan tersebut, antara lain penanggulanan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan yang baik, pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, peningkatan daya saing daerah, penataan wajah kota dan pembinaan PKL, serta pemenuhan air bersih dan pemanfaatan aset daerah.

Bimtek direncanakan berlangsung empat tahap, di mana setiap tahap diselenggarakan dua hari.

Bimtek tahap 1 akan merumuskan Analisis Strategis Smart City Kota Tegal, dengan menghadirkan empat ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Muhammad Misbah, Prasetyo Adi, Deki Satria, dan Achmad Barlian.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh OPD di jajaran Pemkot Tegal akan memberikan data-data terkait, lalu mendiskusikan dan merumuskan bersama.

Lebih lanjut Johardi  menyampaikan bahwa program tersebut, merupakan terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi yang inovatif dan kreatif, dan harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang berkembang dan kompleks.

Dedy Yon mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika atas kepercayaannya kepada Kota Tegal menuju Smart City 2022. Sebelumnya, sudah ditantangani nota kesekapakatan antara Dirjen Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kota Tegal dalam Implementasi Gerakan Menuju Smart City Kota Tegal 2022 , pada 21 April lalu.

Sebagai langkah awal, sudah dibentuk Dewan Smart City yang melibatkan Triple Helix yaitu Pemerintah, Dunia Usaha dan Akademisi.

“Smart City tidak selalu tentang penggunaan teknologi atau pembangunan fisik semata, tetapi yang terpenting adalah pembangunan mindset, sikap, karaktek yang dimulai dari ASN, kemudian stakeholder, dan masyarakat, segala upaya pemerintah Kota Tegal dengan cara-cara inovatif untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik yang sudah dilakukan selama ini, merupakan bagian dari Smart City,” kata dia, seperti dirilis tegalkota.go.id.

Johardi juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada Kota Tegal menuju Smart City 2022.

Salah satu bentuk kepercayaan tersebut, adalah ditandatanganinya nota kesepahaman antara Dirjen Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kota Tegal, 21 April lalu, terkait Implementasi Gerakan Menuju Smart City Kota Tegal 2022.

Sebagai langkah awal, sudah dibentuk Dewan Smart City melibatkan kerjasama yang kuat Triple Helix yaitu Pemerintah, Dunia Usaha dan Akademisi.

Sementara itu, Hafni Septiana, MSc mewakili Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyampaikan awal mula gerakan menuju Smart City adalah tahun 2017, di mana dilakukan Gerakan 100 Kabupaten dan Kota Smart secara bertahap.

Tahun 2017 terpilih 25 kabupaten dan kota, lalu pada 2018 terpilih 50, dan pada 2019 terpilih lagi 25 kabupaten dan kota di Indonesia.

“Tahun 2021, sesuai instruksi Presiden, kami coba lakukan pengembangan kawasan pariwisata kabupaten-kota dan kawasan kota Indonesia baru. Tahun 2022 kami gerakkan lagi untuk kota yang belum memiliki masterplannnya,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk Bimtek Tahap 1 akan disusun analisis strategis Smart City Kota Tegal dengan melalui data SDM, anggaran dan tata kelola Pemerintah Daerah (Pemda), serta kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan dan kelembagaan di Kota Tegal.

Adapun pada tahap 2, akan dibuat roadmap smart city Kota Tegal. Selain itu, untuk Quick Win program unggulan yaitu program percepatan Smart City Kota Tegal, dimana nantinya merumuskan program-program apa saja yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi nanti ada program jangka pendek dan jangka menengah selama 10 tahun. Untuk Quick Win ini adalah jangka pendeknya,” kata dia.

Mengawali materi Bimtek, Muhammad Misbah, sebagai pemateri memaparkan tentang asal usul Smart City dan definisinya.

Peserta bimtek yang terdiri atas para pimpinan OPD bersama staff jajaran Pemkot Tegal tampak serius mengikuti. (HS-08)